John Montague


John Montague tinggal di Inggris dari tahun 1718 sampai 1792. Dia adalah seorang negarawan Inggris yang memegang banyak status penting dan bergengsi di kantor militer dan politik. Montague tidak memiliki reputasi terbaik, namun dikatakan bahwa sebagian besar sejarah yang ditulis tentang dia ditulis oleh lawan – lawan politiknya. John Montague memiliki julukan “The 4th Earl of Sandwich” (Bangsawan Sandwich ke-4) yang ia dapat karena ia akan memesan kepada pelayan untuk membawakan irisan daging yang diletakan diantara dua irisan roti selama ia sedang berjudi di meja judi kartu selama berjam-jam. Montague pun juga memiliki latar belakang pendidikan yang bagus, ia adalah lulusan dari Universitas Cambridge dan telah memegang sejumlah jabatan penting selama hidupnya. Inilah yang membuat ia menjadi terkenal dalam sejarah dunia, bukan hanya dari kepiawaiannya berjudi dan kebiasaan uniknya saat berjudi.


John Aspinall


John Aspinall berada di Marinir dan mengambil jalur pendidikan di Universitas Oxford. Disanalah ia mulai tertarik dengan dunia perjudian. Ia sangat menikmati perjudian saat ia mempertaruhkan seluruh uang beasiswanya (uang dari pemberian pemerintah) pada seorang pemenang balapan di Ascot dengan peluang yang singkat. Ia pun membeli Howler, sebuah mansion pedesaan abad ke-18 yang bobrok didekat Canterbury, dari hasil kemenangannya dari perjudian ditahun 1956. Kawasan mansion yang ia beli ini memiliki kebun seluas 9 hektar dan taman yang menjadi kebun binatang pertamanya. Dana yang ia dapat dari perjudiannya sendiri dan bisnis kasino memungkinkannya membangun kebun binatang dengan koleksi pribadi yang mencakup badak, antelop bongo, kuda Kowalski, dan macan tutul. Disini ia mengembangkan filosofinya untuk memperlakukan hewan dengan hormat. Ia membuat dirinya sendiri sebagai tim pemerhati satwa dan bahkan menjual beberapa berlian dan barang – barang lain miliknya saat jatuh tempo pembayaran untuk pakan hewan – hewan di kebun binatangnya. John Aspinall pun dikenal dalam sejarah dunia bukan hanya sebagai seorang penjudi ulung dan pemilik kasino, tapi juga sebagai orang yang memiliki kecintaan dan pembelaan yang besar terhadap satwa.


Jerome Cardan


Jerome Cardan adalah seorang ilmuwan yang hidup ditahun 1501-1576, ia adalah seorang matematikawan Renaisans Italia, tabib, dan penjudi. Dia terkenal karena prestasinya dalam Aljabar. Dia juga seorang penjudi dan pemain catur yang luar biasa. Dia bahkan menulis sebuah buku tentang “permainan peluang” yang berjudul “Liber de ludo aleae” , versi Inggrisnya “Book on Game of Chance”. Buku ini berisi tentant perlakuan sistematis pertama dari probabilitas yang juga sebagai bagian dari metode kecurangan yang efektif. Dia juga banyak menemukan hal lain seperti: “Kunci kombinasi”, “Suspensi Gimbal” dan “Poros Cardan” yang digunakan dalam kendaraan sampai saat ini. Penelitiannya yang lain pun membantu dalam pengembangan percetakan berkecepatan tinggi pertama. Dia juga memiliki beberapa kontribusi dalam hidrodinamika dan menerbitkan dua ensiklopedia kategori: ilmu pengetahuan alam.


“Wild Bill” James Hickok


Julukan “Wild Bill” menyiratkan karakter yang “Nekad dan Gegabah”. Tapi sang Legenda Amerika ini sangat dihormati pada masanya sebagai “The Wild” (Si Liar). James Hickok memiliki reputasi sebagai orang terhormat, dia adalah pahlawan perang, pramuka, dan penegang hukum yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melindungi orang lain dari kejahatan dan ketidakadilan. Di waktu yang sama, ia juga adalah orang yang keranjingan judi dan sangat fanatik akan hal – hal berbau perjudian, terutama Poker. Begitu ia tahu bahwa ia ditipu (dicurangi) seseorang, dia akan mencabut pistol Colt dan pisaunya lalu menantang orang tersebut sambil berkata “Take the Pot” (Ambil lah apa yang ada). Tragisnya, Hickok terbunuh saat ia bergabung dalam permainan poker dan sekelompok konspirator yang telah merencanakan kematian Hickok dengan menembaknya. Dikatakan pula bahwa ia mulai memiliki banyak sekali musuh saat ia bergabung dengan kelompok “Kaki Merah” milik Jendral Jim Lane yang merupakan kelompok main hakim sendiri yang bertujuan untuk menghapus perbudakan di Selatan. Hickok ditembak tepat dibelakang kepala dengan sebuah pistol kaliber 45, dan saat Hickok terjungkal dari kursinya dan kartu-kartu ditangannya jatuh kelantai, termasuk sepasang kartu As dan sepasang kartu “delapan” yang menjadikan ia dikenal sebagai “The Famed- Dead Man’s Hand” (Tangan Pria Mati Yang Terkenal).

Fyodor Dostoevsky


Dari semua penjudi dalam sejarah, Fyodor Dostoevsky adalah salah satu yang terhebat. Fyodor Dostoevsky lahir pada tanggal 11 November 1821, ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Mikhail dan Maria Dostoevsky. Dostoevsky juga menjadi salah satu novelis paling berpengaruh dalam sejarah Rusia pada karya – karya fiksi abad ke-20, ia telah menulis dua novel terkenal berjudul “Crime and Punishment” dan “The Gambler”. Menurut legenda, Dostoevsky menulis bagian terakhir dari buku “Crime and Punishment” dalam hitungan hari untuk mendapatkan uang muka dari penerbitnya untuk melunasi hutang perjudiannya. Dia menyukai “permainan peluang” dan mendapat inspirasi besar untuk novelnya (yang berjudul “The Gambler”) dari efek serta psikologi dalam kecanduan dan resiko yang ia alami dari hidupnya sebagai penjudi. Ia pun dikenal dalam sejarah dunia sebagai penjudi dan sastrawan yang menjadi inpsirasi dan kutipan dibanyak buku karya sastrawan lainnya.