Kolmanskop Namibia


Kota yang sudah tak berpenghuni ini terletak pada wilayah selatan Namibia. Letak dari kota Kolmanskop ini hanya sekitar beberapa kilometer dari arah pelabuhan Luderitz. Dulu, di tahun 1950, sebelum kota ini ditinggalkan penghuninya, dikisahkan bahwa aktifitas perekonomian pada kota ini menjadi turun drastis, biaya hidup menjadi sangat mahal dan kebutuhan sehari-hari menjadi sulit didapat, itu disebabkan adanya perang krisis pada era itu. Akibatnya, adalah satu demi satu penduduk dari kota ini memutuskan untuk berpindah termpat, alias pergi dari kota itu selamanya. Di mana dikabarkan bahwa orang–orang sangat dilarang untuk mengunjungi kota mati ini, khususnya pada malam hari. Karena selain memiliki kondisi cuaca padang pasir yang berbahaya, konon katanya kota ini banyak dihuni arwah-arwah jahat yang dulunya mati kelaparan.


Dulunya, pada saat Perang Dunia I usai, pasar penjualan batu berlian di kota ini menjadi menurun drastis. Para penduduknya pun menjadi mulai sulit untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari, yang pada puncaknya adalah bencana kelaparan dan banyak orang pergi meninggalkan kota ini. Yang kini, ganasnya padang pasir kembali merampas wilayah yang dulu pernah menjadi miliknya. Yang tersisa saat ini adalah kemegahan kota yang mulai lapuk, dan perlahan terkubur hening di dalam ganasnya iklim dan cuaca padang pasir. Rumah-rumah yang dalam kondisi tertimbun pasir itu semakin membuat kota ini menjadi nampak semakin menyayat dan mengerikan.


Hashima Island Jepang


Hashima Island, atau Pulau Hashima ini terletak di negara Jepang. Uniknya, pulau yang satu ini juga banyak dikenal dengan sebutan pulau hantu. Dulunya, dikisahnkan bahwa pulau ini adalah salah satu fasilitas dari proyek penambangan batubara, yang sangat berjaya di masanya. Katanya kejayaannya itu terjadi di masa abad 9 sampai pada pertengahan abad 20. Pulau mati yang juga memiliki nama Pulau Gunkanjima (bahasa Jepang : Pulau Kapal Perang) ini adalah hanya salah satu dari 505 buah pulau tidak berpenghuni pada wilayah Nagasaki.


Pada tahun 1890, sebuah perusahaan mobil Mitsubishi sempat memutuskan untuk membeli pulau ini, dengan tujuan bisa mengembangkan lagi tambang batubara yang ada di sekitar pulau tersebut. Dan setelah itu, tepatnya pada awal tahun 1916, sebuah tembok beton yang besar sengaja dibangun dengan mengelilingi pulau itu, tujuannya untuk bisa melindungi para pekerjanya dari serangan angin topan. Dan walahasil, pada tahun 1959 jumlah penduduk yang ada di pulau ini kian bertambah. Sampai-sampai pulau Gunkanjima ini berhasil mencatat rekor sebagai pulau yang populasi penduduknya paling padat di dunia.


Namun, karena perkembangan teknologi, bahan bakar batu bara berangsur berubah menjadi pemakaian minyak tanah, sehingga otomatis tambang-tambang bahan bakar batu bara perlahan tutup satu demi satu. Dan pada tahun 1974, secara resmi perusahaan Mitsubishi meutup usaha tambangnya itu, dan otomatis pulau Gunkanjima itu menajadi kosong melompong secara tiba-tiba. Saat ini pulau Hashima telah menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi orang-orang yang memang ingin merasakan nuansa mencekam dan angker dari pulau yang satu ini. Bahkan, pulau ini pernah menjadi tempat pembuatan film serial James Bond, yang mana diceritakan tempat ini adalah markas besar para mafia penjahat.


Pripyat Ukraina


Kota tak berpenghuni selanjutnya ini ada di wilayah negara Ukraina. Kabarnya, kota mati Pripyat ini dulunya sempat dihuni manusia hanya selama 16 tahun saja. Dikisahkan bahwa semua penduduk dari Kota Pripyat ini berpindah beberapa hari sesudah meledaknya bencana Chernobyl di bulan April tahun 1986. Juga sudah diteliti, bahwa kandungan radiasi nuklir yang berbahaya pada kota mati ini sudah memasuki tahap radiasi yang sifatnya mematikan, sehingga jelas bahwa kota ini sudah tidak layak untuk dihuni manusia sampai beberapa ratus tahun ke depan. Akhirnya kota Pripyat ini sampai detik ini menjadi kosong, senyap, mencekam, dan sangat bernuansa mistis. Yang tersisa di dana hanyalah bangunan – bangunan tuanya yang sudah sangat rapuh, dan kenangan-kenangan masa lalu.


Gouqi Island China


Desa pada pulau ini dulunya adalah sebuah desa para nelayan China. Namun kini sudah benar-benar diabaikan dan kosong tak berpenghuni kurang sudah selama 50 tahun lamanya. Sekarang, satu-satunya yang tersisa di pulau itu adalah pepohonan lebat dan rumah-rumah kosong yang sudah ditumbunhi rerumputan yang sangat lebat. Desa yang sudah terbengkalai sekian lamanya ini ada di pulau Guoqi, yang merupakan salah satu pulau dari 300-an pulau yang tergabung dalam kepulauan Shengsi, China. Walaupun memiliki nuansa alam yang sangat indah, desa yang satu ini suasananya sangatlah menyeramkan. Di mana dulunya desa ini bisa menarik sekitar 100 ribu orang nelayan pada setiap musim dingin, namunsaat ini yang tersisa di dana hanyalah kesunyian dan kisah-kisah mistis yang beredar di masyarakat.


Dallol Town Ethiopia


Kota kosong ini terkenal sangat berhantu katanya. Kotab yang sudah tidak duhuni lagi ini di negara Ethiopia. Di mana kota ini dulunya sempat menjadi hunian bagi kaum orang kaya, di sana pernah ada terdapat tambang logam kalium, logam silvit, dan juga pernah menjadi lokasi untuk tambang garam yang sangat subur. Namun, sayangnya kota ini akhirnya ditinggalkan oleh para penduduknya di era tahun 1960-an. Uniknya, sebagian besar bangunan-bangunan yang ada di kota ini terbuat dari bahan dasar batu yang dicampur dengan unsur garam. Maka, tidaklah heran apabila kota mati ini punya temperatur yang lumayan panas, yaitu bisa mencapai 36 derajat celcius. Dengan adanya temperatur yang mencapai angka itu, tentunya akan membuat kota ini sangat tidak nyaman untuk ditinggali lagi, bahkan untuk selama beberapa puluh tahun ke depan.


San Zhi Taiwan


Di sebelah utara Taiwan ada sebuah kampung yang dibangun dengan futuristic. Tempat ini dibangun untuk menjadi tempat peristirahatan mewah bagi orang kaya. Namu pada saat pengerjaanya, banyak pekerja yang mengalami kecelakaan fatal, sehingga pembangunan tempat ini terbengkalai begitu saja. Setelah mengalami krisis keuangan, akhirnya tempat tersebut benar – benar ditinggalkan oleh penghuninya. Dan sampai sekarang kabarnya tempat tersebut dihuni oleh para arwah orang – orang yang meninggal disitu.


Oradour sur Glane Perancis


Di kota ini terdapat sebuah perkampungan kecil yang menjadi salah satu bukti tindak kekejaman manusia pada era Perang Dunia II. Dulu, tepatnya pada tanggal 10 Juni tahun 1944, negara Jerman secara brutal menyerang desa ini, yang merupakan wujud pembalasan dendam terhadap serangan dari negara Perancis sebelumnya . Menurut banyak kesaksian orang-orang yang berhasil selamat pada waktu itu, para kaum pria dengan sengaja dimasukkan dalam sebuah gudang kosong, dan setelah itu para tentara Jerman menembakinya secara membabi buta. Sementara untuk kaum perempuan dan kaum anak-anak, mereka dimasukkan dalam sebuah gereja, lalu mereka juga ditembak secara brutal dan tidak kenal ampun. Tidak cukup itu, para tentara Jerman juga serta merta merusak nyaris semua bangunan yang ada di kota itu, dan kini yang tersisa hanyalah memori-memori kekejaman perang berserta puing-puing bangunan yang mengerikan.