Narkoba The Hellish Atau Bromo Dragonfly



Ingat kasus tabrakan berantai yang menggunakan mobil Outlander di Jakarta? ya pengemudinya mabuk menggunakan LSD yaitu jenis zat kimia yang menyebabkan manusia berhalunisasi. Halusinasi yang timbul dari LSD bisa mengubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan terganggu. Efek lain halusinasi yang diakibatkan LSD adalah tidak bisa membedakan waktu, apakah masih pagi, siang, sore, atau malam.


LSD juga mengakibatkan salah persepsi indera, misalnya, gangguan pada pengelihatan. Misalnya melihat kucing dalam wujud harimau, atau nenek-nenek sebagai gadis cantik. Selain berefek pada penglihatan, LSD juga bisa menyebabkan orang menjadi paranoid serta bisa mempercepat denyut jantung dan tekanan darah. ”Kalau denyut jantung kencang, pasti bisa keram jantung dan pembuluh darah pecah. Bisa sampai pada kematian. Sangat mengerikan bukan?


Yang kita bicarakan bukan bahaya dari LSD, tapi yang lebih berbahaya dari LSD. Ya psikotropika ini bernama Bromo-dragonfly atau the hellish, obat yang diberi nama karena struktur molekulnya tampak seperti bentuk capung. Ini merupakan versi super serta mempunyai efek samping yang lebih parah dari LSD. Sementara mengkonsumsi LSD efeknya hanya beberapa jam saja, tidak dengan Bromo-dragonfly, efeknya bisa sampai 3 hari. Efek “Gila” yang ditimbulkan seperti kejang, dan penyempitan pembuluh darah, atau dalam kasus yang berat, amputasi anggota tubuh diperlukan. Bromo-dragonfly juga memiliki julukan "dragged to hell and back again” yang berarti seret ke neraka dan dikembalikan lagi, atau bisa tetap tersangkut di neraka. Mengerikan!



Yaje Minuman Maut



Seorang pemuda bernama Henry Miller dari Bristol dilaporkan meninggal setelah di duga meminum obat halusinasi dalam melakukan ritual. Minuman pencabut nyawa itu disebut Yage. Berdasarkan kisah ini yang sempat viral di dunia maya, banyak orang mulai mencari tau tentang minuman maut yage ini. Terbuat dari tumbuhan yang bisa membuat seseorang mengalami halusinasi dan mengantarnya ke gerbang supranatural. Tanaman ini adalah sejenis anggur rambat yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi. Sahabat anehdidunia.com bila batangnya direbus atau direndam air kemudian diracik dengan bahan-bahan alamiah lainnya, hasilnya adalah bahan halusinogenik yang mereka sebut Yaje (baca: ya-hei) atau Ayahuasca - Anggur bagi sang Jiwa.


Dalam tradisi masyarakat terasing di Amazon, telah terbentuk kepercayaan dasar yang menganggap suci upacara minum Yaje. Amaru atau dukun wanita, kendi tempat abu sembahyang, dan roh di alam semesta adalah bagian dari kenyataan. Setelah meminum Yaje, biasanya mereka merasakan satu atau beberapa gejala mulai dari pusing, berkeringat, gemetar, kejang, mual, muntah yang berkepanjangan, diare hebat, mengalirnya lendir dari hidung, terteror rasa takut, dan dorongan bertindak agresif. Tapi setelahnya? Sungguh luar biasa, pemakai akan merasa berpindah ke dunia maya tanpa batas yang menakjubkan, sejelas pemandangan dalam kehidupan nyata. Baca selengkapnya tentang yaje disini



Skopolamin Psikotropika Nafas Setan




Sahabat anehdidunia.com obat paling berbahaya di dunia mungkin bisa disematkan kepada scopolamine. Karena, bisa membuat orang menjadi tidak berdaya, menghapus memori, hingga membuat nyawa melayang. Psikotropika alam ini adalah suatu obat yang sangat berbahaya yang dalam dosis tinggi dapat menyebabkan hilang ingatan. Scopolamine berasal dari Kolombia, yang dikenal sebagai 'The Devil's Breath' atau si Nafas Setan, karena efeknya yang sangat berbahaya itu. Sumber utama bahan untuk membuat obat ini adalah satu jenis tanaman yang umum ditemui di Amerika Selatan.


Skopolamin terbuat dari pohon Borrachero, yang mekar dengan bunga-bunga putih dan kuning
Kabar bahwa obat ini berbahaya bila digunakan, diperoleh dari cerita di daerah perkotaan. Terutama dari orang-orang yang melihat para korban diperkosa, korban yang mengalami perampokan dengan mengosongkan rekening bank, dan bahkan menyerahkan organ tubuhnya.


Salah satu pengedar narkoba di Bogota menjelaskan bagaimana korban dibius hanya dalam beberapa menit. Seorang pengedar narkoba di ibu kota Bogota, Demencia Black, mengatakan bahwa meski terlihat sangat sederhana, obat itu begitu menakutkan bagi nyawa manusia. Menurutnya, Scopolamine dapat ditiupkan kepada seseorang di jalan. Dalam beberapa menit, orang itu akan berada di bawah pengaruh obat Scopolamine yang tidak berbau dan tidak berasa.


"Jika sudah seperti itu, Anda dapat melakukan tindakan apapun yang diinginkan. Orang itu akan menurut seperti seorang anak," ujarnya. Black mengatakan bahwa satu gram Scopolamine mirip dengan satu gram kokain. Namun, obat Scopolamine ini dikenal lebih buruk dari anthrax. Dalam dosis tinggi, lebih mematikan bagi orang yang terkena atau menggunakannya.


"Obat tersebut dapat merubah orang menjadi zombie. Bahkan, setelah obat habis, korban akan lupa ingatan mengenai apa yang terjadi dan dialaminya," terang Black. Pada zaman dulu, obat itu diberikan kepada gundik pemimpin Kolombia yang dihukum mati, dimana mereka disuruh masuk kuburan dan mereka dikubur hidup-hidup. Di zaman modern, CIA menggunakan obat Scopolamine sebagai bagian dari interogasi Perang Dingin. Namun, karena susunan kimiawi obat tersebut, bisa menyebabkan halusinasi kuat.