1. Cerita Lucu Singkat “Anjing Pintar”


“Anjingku setiap pagi mengantarkan koran sebelum aku bangun,” kata Mukidi.
“Wah, pasti sulit tuh melatihnya.” Wakijan kagum.
“Memang sih, apalagi gw kan nggak langganan koran…”
Wkwkwkwk, terus yang diambil anjing Mukidi koran siapa? Nggak mungkin kan dia beli dari toko buku atau pesan dari online shop? Kayanya kamu mesti waspada deh kalau tetanggaan sama Mukidi.
Atau… jangan-jangan cerita lucu Mukidi ini malah ngasih ide bagus buat kamu? Biar kamu bisa ngirit biaya beli koran gitu maksudnya… engingeng…
2. Dompet Mukidi Ketinggalan

Usai berbuka puasa di warung padang, Mukidi menghampiri pemiliknya, “Uda, pernah dengar nggak hadist yang mengatakan bahwa memberi makan orang yang berpuasa pahalanya sama dengan pahala orang yang berpuasa?”
“Ya, saya sering dengar. Tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun,” jawab Uda Asman (Asli Pariaman).
“Syukurlah, Uda rupanya sering ngaji ya?”
“Memangnya kenapa?” tanya pemilik nasi padang lagi.
“Dompet saya ketinggalan……”
Hihihi, Mukidi kadang pinter ya! Para pemilik warung padang kayaknya mesti ati-ati nih kalau Mukidi sampai mampir. Kata-katanya itu lho, jago banget… jago bikin orang pengen bikin dia jadi dendeng balado.
Cerita lucu banget ini jangan ditiru ya kalau nggak pengen jadi dendeng balado. Tapi kalau kamu keukeuh pengen kaya Mukidi, berarti kamu perlu belajar kata kata gokil biar makin jago ngeles, eh bersilat lidah.
3. Cerita Lucu Banget “Kenalan dengan Leli”

Sambil duduk di kafe Mukidi berkenalan dengan Leli (lebay sekali) yang sama-sama sedang menikmati kopi.
“Mas Mukidi kerja dimana?”
“Saya cuma pengusaha…”
“Tinggalnya dimana mas?”
“Pondok Indah Bukit G0lf…”
“Punya mobil apa aja mas?”
“Cuma dua koq; Bentley sama Hummer…….”
” Mas sudah punya istri…?”
“Hmm…Sampai saat ini … belum tuh…hehe….”
“Mas merokok?” Mukidi menggeleng.
“Mas suka minum-minuman keras?” Mukidi menggeleng lagi.
” Mas suka maen judi??”
“Nggak…haram”
“Mas suka dugem gak?”
“Ya nggak lah…”
” Pasti mas Mukidi sudah haji?”
“Yah…baru sekali tapi umroh hampir tiap tahun…”
“Hobinya apa sih mas?”
“Ngibulin orang……”
Bukan Mukidi namanya kalau nggak usil dan bikin ketawa dengan cerita lucu singkat kaya gini. Asal kita nggak ada di posisi Leli aja, sih. Kalau mimin jadi dia, mungkin udah mimin jitak si Mukidi!
Baru kenal aja langsung dikibulin. Gimana kalau udah kenal terus satu rumah bertahun-tahun? Jadi salut ya sama Markonah yang mau sehidup semati sama Mukidi…
4. Cerita Lucu Hari Ini “Berhenti Merokok”

“Hebat, Pak Mukidi sudah berhenti merokok ya?”
“Betul, teman saya mati karena rokok.”
“Dia kena kanker?”
“Bukan dok. Motornya ditabrak mobil box Gudang Garam.”
Kalau cerita lucu banget yang satu ini super inspiratif, bisa jadi motivasi buat para perokok di luar sana. Moral of the story: bertobatlah untuk merokok sebelum mobil box Gudang Garam menabrak Anda!
5. Kosmetik Ajaib Markonah

Menjelang Idul Fitri, Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris. Bukan beli dari MLM seperti teman-temannya, tapi kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, ataupun Mac.
Si salesgirl memberi garansi, pemakai kosmetik itu akan tampil jauh lebih muda dari usianya.
Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, Markonah bertanya kepada Mukidi,
“Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”
Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta.
“Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu; 25 tahun…”
“Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,” Markonah tersipu manja.
“Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…
Asli, ngeselin banget cerita lucu Mukidi ini. Untung Mukidi bukan petarung ya, kalau iya pasti kejam! Lawannya dibuat seneng dulu, baru dijatuhin. Sakitnya sih nggak seberapa, tapi malunya itu loh!