Guru yang Menggunakan Kata-kata Vulgar Dalam Soal Pelajaran


Membuat sebuah soal yang kreatif dan sesuai dengan zaman memang sudah menjadi keharusan bagi seorang Guru, khususnya di era yang kian modern seperti saat ini. Namun semua itu masih tetap harus berpegang pada norma sosial karena akan berpengaruh pada pola pikir seorang murid kedepanya. Tapi hal ini sepertinya disalah gunakan oleh seorang Guru bernama Daniel Rapp yang merupakan pengajar di Sekolah Menengah Pertama Middle Heights di Ohio, Amerika Serikat. Entah apa yang ada di pikiran Daniel hingga ia memasukan kata-kata vulgar dalam soal Matematika buatanya yang di tujukan untuk murid-muridnya yang masih berusia 14 tahunan. Dilansir dari Fox8 Jumat, 30 Desember 2016 aksi Daniel ini ketahuan, setelah seorang Orang tua murid menemukan foto dari soal yang tak senonoh tersebut dan melaporkan Daniel ke pihak sekolah.Kalimat dalam soal tersebut kurang lebih berbunyi:“Tony dapat mengirim 5 pesan dan 3 orang telanjang dalam waktu 19 menit. Dia juga bisa mengirim 3 pesan dan 1 orang telanjang dalam waktu 9 menit. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirim satu teks dan satu orang telanjang?”Mendapat laporan ini pihak perwakilan sekolah, langsung bertindak dengan menegur Daniel dan menonaktifkanya untuk sementara waktu. Tindakan Daniel ini sendiri merupakan hal yang tak terduga bagi pihak sekolah, karena sebelumnya Daniel dikenal sebagai Guru yang baik. Mereka tak habis pikir kenapa Guru yang awalnya di kenal baik ini bisa melakukan tindakan yang tak terpuji seperti ini. Namun meski begitu pihak sekolah menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti kasus ini dengan lebih teliti sambil meminta klarifikasi dari Daniel untuk kemudian memberikan hukuman yang tepat. Mereka juga menyatakan tak menutup kemungkinan untuk memecat Daniel atas tindakanya yang dinilai tak pantas.Guru yang Mengirim Foto Vulgar Pada Muridnya


Seorang Guru memang sudah selayaknya untuk menyayangi Murid yang ia didik. Namun rasa sayang ini tetap harus ada batasnya, karena jika dinilai dari norma sosial, hubungan sayang antar Guru dan Murid yang telah menjurus ke rasa suka masihlah tabu. Contoh dari hubungan yang tabu ini adalah seperti pada kasus seorang Guru asal, New Jersey, Amerika yang karena rasa sukanya terhadap salah satu murid laki-lakinya, membuat Mallory melakukan tindakan yang tak pantas. Guru wanita ini secara sengaja mengirimkan foto-foto dirinya dalam pose yang vulgar melalui media sosial pada salah satu muridnya. Tindakan Guru yang belakangan diketahui bernama Mallory Kristus ini, sepertinya ia lakukan untuk menarik perhatian murid laki-laki yang ia taksir.




Sayangnya cinta Mallory sepertinya bertepuk sebelah tangan, karena setelah menerima pesan berisi gambar tak senonoh dari Gurunya, siswa tersebut justru melaporkanya pada dewan sekolah. Alhasil akibat perbuatanya ini, Mallory akhirnya dilaoporkan oleh pihak sekolah pada pihak berwenang pada bulan Februari 2016 yang lalu. Akibat tindakanya ini Mallory pada bulan Juni lalu harus menjalani persidangan karena dan didakwa atas tuduhan membahayakan kesejahteraan anak. Setelah peristiwa ini Mallory yang awalnya mengajar Aljabar untuk yunior dan senior di SMA South Plainfield sekaligus menjadi pelatih cheerleader selama dua tahun. Tak hanya harus kehilangan pekerjaanya, namun juga kehilangan lisensi mengajar yang telah ia miliki sejak tahun 2010, sesuai dengan kesepakatan Departemen Pendidikan dan Jaksa.Guru TK yang Menghajar Muridnya


Setiap anak pasti pernah mengalami masa-masa sulit untuk diatur dan bersikap semaunya, terlebil lagi mereka yang masih berusia di bawah 10 tahun. Karena itu untuk mendidik anak-anak pada usia ini dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Hal inilah yang seharusnya dipahami oleh sesorang yang memutuskan untuk menjadi Guru Taman Kanak-kanak atau TK. Saat menjadi Guru TK sesorang harus sudah siap untuk menghadapi puluhan anak-anak dibawah umur yang belum paham akan aturan dan akan bersikan semau mereka dengan penuh kesabaran. Namun hal ini sepertinya tak benar-benar dipahami oleh seorang Guru TK asal Cina yang bernama Zhou. Akibat tak kuat menahan amarah saat melihat murid-muridnya yang susah di atur, Zhou kemudian mulai kalap dan menghajar muridnya. Tak hanya sekedar menjewer, Zhou juga memukul muridnya dengan gagang sapu dan juga menendangnya.Akibat jeweran Zhou ini salah murid yang bernama Xiao bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat luka yang cukup serius. Aksi Zhou awalnya sempat ditutup-tutupi oleh, pihak sekolah, namun Ayah Xiao yang curiga terhadap luka di telinga anaknya, mulai membujuk anaknya untuk menceritakan apa yang sebenarnya membuat telinganya sampai terluka. Setelah didesak akhirnya Xiao mengaku jika ia telah dianiyaya oleh gurunya sendiri. Mendengar pengakuan anaknya Ayah Xiao akhirnya memutuskan untuk mengkonfirmasi kejadian itu ke pihak sekolah. Namun bukannya mendapat permintaan maaf dari Zhou, Guru muda ini justru tak mengelak atas semua perbuatan sadisnya dan mengaku telah memberikan “pelajaran” kepada murid-murid yang dianggapnya nakal. Padahal jika kita lihat dalam video hasil rekaman CCTV yang ada aksi sadis Zhou ini jelas tak pantas dilakukan oleh Seorang Guru. Sayangnya Zhou justru terlihat tak menyesali perbuatanya..Guru Wanita yang Memberi Alkohol dan Mencabuli Muridnya

Sarah Lindsay Lewis, seorang Guru dari Landmark High School, Utah, Amerika terpaksa harus berurusan dengan Polisi setelah dilaporkan oleh 2 orang Muridnya dengan tuduhan perkosaan. Sarah yang merupakan Guru ilmu sosial dan tari ini dituduh telah berhubungan seks dengan siswanya setelah sebelumnya mencekoki mereka dengan minuman beralkohol. Para korban yang masih berusia 17 tahun ini menyatakan kalau kejadian yang terjadi pada akhir bulan Desember 2016 yang lalu ini bermula ketika Sarah menjemput salah satu murid ini mengunakan Truk. Setelah itu Sarah membawa siswa tadi untuk mampir ke sebuah toko guna membeli Minuman Keras, sebelum akhirnya membawa mereka ke rumah Sarah yang ada di wilayah Payson.Di rumah inilah mereka kemudian berpesta Miras dan setelah muridnya mabuk, Sarah kemudian mengajaknya ke kamar untuk berhubungan seks. Tindakan Sarah ini kembali ia ulangi pada bulan Januari 2017, pada seorang siswa lainya yang juga ia ajak untuk berpesta alkohol dirumahnya sebelum akhirnya diajak berbeat mesum. Hanya saja kali ini, remaja tersebut sempat merekam adegan ketika keduanya sedang bermesraan sebelum keduanya akhirnya berhubungan seks. Hasil rekaman inilah yang kemudian dijadikan bukti oleh pihak Kepolisian untuk membawa Sarah ke Meja Hijau. Hingga saat Persidangan Kasus tindakan asusila Sarah ini masih terus berlanjut dan belum jelas hukuman macam apa yang akan di jatuhkan oleh pengadilan. Namun melihat apa yang dilakukan Sarah, yang dengan jabatanya sebagai Guru justru malah mengeksloitasi anak didiknya sendiri sebagai pemuas nafsu. Hukuman yang akan diterima Sarah sepertinya akan cukup berat.Sekelompok Guru yang Merencanakan Pencabulan Pada Murid


Kejadian yang satu ini bisa dibilang sebagai tindakan paling buruk yang bisa orang bayangkan bisa terjadi di sebuah institusi Pendidikan. Bagaimana tidak, karena seorang Guru yang seharusnya mendidik muridnya dengan baik, justru malah berencana untuk mengekploitasi murid-muridnya demi kepuasan mereka. Mirisnya lagi Guru ini tak hanya bekerja sendiri, melainkan berkelompok lengkap dengan para staf sekolah. Mereka dengan tenang terlihat mendiskusikan tentang rencana pen cabulan terhadap murid-murid yang telah mereka incar untuk di jadikan alat pemuas nafsu. Parahnya, diantara nama-nama murisd incaran mereka tersebut juga terdapat nama dari siswa berkebutuhan khusus. Untungnya kejadian mengerikan ini di sadari oleh seorang tamu kafe tempat rapat, Guru dan Staf bejat ini dan di rekam menggunakan ponsel. Video hasil rekaman ini kemudian tersebar di Youtube dan segera menjadi viral.Sebagian dari isi percakapan para Guru ini diantaranya berbunyi: “Oh, saya akan bercinta dengan (nama siswa),” ucap seorang guru wanita. “Saya benar-benar akan menikah dengan (nama siswi) karena dia suka Macan dan dia bisa menjaga rahasia,” kata seorang laki-laki.