Berdasarkan apa yang tertulis di Ensiklopedi Katolik, tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya Peringatan Santo Valentinus dalam tradisi Gereja Katolik Roma. Mungkin, inilah yang menyebabkan tanggal 14 Februari disebut sebagai Hari Valentine.

Lalu, bagaimana menyikapi Hari Valentine menurut Kristen? Bolehkah orang Kristen merayakan Hari Valentine? Saya akan jawab! Perayaan hari tersebut tidak pernah diperintahkan ataupun tertulis di dalam Alkitab dan tidak pernah ditetapkan oleh bapak-bapak gereja mula-mula sebagai hari raya resmi agama Kristen Protestan.

Lalu, apakah kita sebagai orang Kristen boleh merayakannya? Untuk menjawab hal ini, kita bisa memperhatikan perkataan Paulus dalam 1 Korintus 10:23, yang berbunyi: "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Apakah merayakan Hari Valentine berguna dan membangun, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan rohani kita? Jika tidak, ya perayaan Hari Valentine sama sekali tidak diperbolehkan. Bagaimana jika Hari Valentine itu dirayakan seperti hari ulang tahun atau momen-momen spesial lainnya yang tidak berhubungan dengan keagamaan? Ya, jika itu berguna dan membangun, kenapa tidak?

Mungkin, Anda malah bingung dan bertanya, “Jadi, sebenarnya boleh atau tidak?” Sekarang, saya mau bertanya, bolehkah kita merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Bolehkah kita merayakan Hari Ibu? Memang, itu semua tidak pernah diperintahkan dan tidak pernah tertulis di dalam Alkitab, lalu mengapa kita bisa merayakannya?