Keselamatan yang diberikan lewat kasih karunia Allah yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus itu, memang tidak dapat ditarik kembali oleh Allah, atau dibatalkan oleh Allah, karena Allah setia pada janjinya. Tetapi, ingat baik bahwa manusia itu memiliki kehendak bebas, dan Allah tidak pernah mau mencegah kehendak bebas manusia. Allah tidak mencegah kehendak bebas manusia, bukan karena Allah sengaja membiarkan manusia untuk jatuh didalam dosa, sebab kalau kita mau perhatikan peristiwa kejatuhan manusia pada mulanya, itu terjadi akibat dari keinginan hati manusia yang lebih memilih menuruti perkataan iblis (kejadian 3). Ingat, sebelum manusia jatuh di dalam dosa, Allah sudah memberikan peringatan lewat perintah, (Kejadian 2:16-17). Dan didalam perintah ini sebenarnya manusia sudah tahu apa akibatnya bila melanggar perintah Allah itu, yaitu “mati”. Perbuatan manusia melanggar perintah Allah ini membuktikan bahwa manusia sesungguhnya tidak taat kepada perintah Allah, dan itu arinta tidak setia kepada Allah, sebab manusia lebih memilih untuk hidup mengikuti keinginan hatinya. Celah inilah yang bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk menyeret manusia kembali jatuh kedalam jeratnya. Jerat itu bisa terjadi lewat berbagai pengajaran yang bisa menyesatkan, yaitu pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Jadi kesetiaan dalam iman percaya kita kepada Allah, itu harus dibuktikan dengan cara hidup menuruti semua hal yang menjadi kehendak Allah. Itulah kenapa saat Tuhan Yesus ada di dunia ini, Ia memilih untuk taat melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa si sorga, bahkan taat sampai mati diatas kayu salib