online online online online Agen Bola Online Hana Bola Birtoto - Bandar Togel Singapore | Sydney | Hongkong Birpoker - Agen Poker | Capsa | Domino Agen judi Sbobet Agen judi Sbobet

  Untuk kerjasama pemasangan banner, silahkan menghubungi team advertise kami hanya melalui Yahoo Messenger berikut : 

 
Results 1 to 4 of 4
  1. Collapse Details
    Aneh, Perang Belanda Paling Lama dan Tidak Ada Korban Jiwa
    #1
    Senior Member
    Join Date
    Apr 2014
    Posts
    183
    Blog Entries
    2
    Rep Power
    3
    Perang Seratus Tiga Puluh Tiga dan Lima Tahun barangkali merupakan perang terlama yang tercatat dalam sejarah. Perang ini terjadi antara Belanda dan Kepulauan Scilly. Meskipun berlangsung selama tiga ratus tiga puluh lima tahun namun sejatinya telah terjadi gencatan senjata dimana dalam kurung waktu tersebut tidak ada satu senjata pun yang ditempatkan dan dengan jumlah korban perang paling sedikit. Perang berakhir pada tahun 1986 ketika disepakati kesepakatan damai.



    Perang ini bermula dari perang Saudara di Inggris antara kelompok royalis dan Parlemen (1642-1652). Kelompok Parlemen yang dipimpin oleh Oliver Cromwell berhasil mendesak kelompok Royalis hingga hanya bertahan di benteng Cornwall. Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen


    Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville.

    Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol. Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar.


    Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksmana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen.

    Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompo Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian. Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang.

    Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen. Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville. Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol.

    Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar. Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksmana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen. Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompo Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian.

    Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang. Pada tahun 1985, Roy Duncan, sejarawan dan Ketua Dewan Kepulauan Scilly, menulis surat kepada Kedutaan Besar Belanda di London untuk membuang “mitos” bahwa pulau-pulau tersebut masih kondisi berperang dengan Belanda. Duncan mengundang Duta Besar Jonkheer Rein Huydecoper untuk mengunjungi pulau-pulau dan menandatangani perjanjian damai. Perdamaian diumumkan pada tanggal 17 April 1986, 335 tahun setelah perang “” mulai. Duta Besar bergurau bahwa itu pasti mengerikan ke Scillonians “untuk mengetahui kita bisa menyerang setiap saat
    Reply With Quote
     

  2. Collapse Details
    Pictures from community networks
    #2
    New gay site
    http://blackgay.net.erolove.in/?info-gerald
    gay doctor gay photography free gay chat room gay china gay new york
    Reply With Quote
     

  3. Collapse Details
    Cyber303 | free credit rp 200.000 new member| agent sportsbook & casino terpercaya
    #3
    Quote Originally Posted by wito View Post
    Perang Seratus Tiga Puluh Tiga dan Lima Tahun barangkali merupakan perang terlama yang tercatat dalam sejarah. Perang ini terjadi antara Belanda dan Kepulauan Scilly. Meskipun berlangsung selama tiga ratus tiga puluh lima tahun namun sejatinya telah terjadi gencatan senjata dimana dalam kurung waktu tersebut tidak ada satu senjata pun yang ditempatkan dan dengan jumlah korban perang paling sedikit. Perang berakhir pada tahun 1986 ketika disepakati kesepakatan damai.



    Perang ini bermula dari perang Saudara di Inggris antara kelompok royalis dan Parlemen (1642-1652). Kelompok Parlemen yang dipimpin oleh Oliver Cromwell berhasil mendesak kelompok Royalis hingga hanya bertahan di benteng Cornwall. Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen


    Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville.

    Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol. Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar.


    Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksmana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen.

    Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompo Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian. Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang.

    Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen. Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville. Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol.

    Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar. Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksmana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen. Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompo Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian.

    Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang. Pada tahun 1985, Roy Duncan, sejarawan dan Ketua Dewan Kepulauan Scilly, menulis surat kepada Kedutaan Besar Belanda di London untuk membuang “mitos” bahwa pulau-pulau tersebut masih kondisi berperang dengan Belanda. Duncan mengundang Duta Besar Jonkheer Rein Huydecoper untuk mengunjungi pulau-pulau dan menandatangani perjanjian damai. Perdamaian diumumkan pada tanggal 17 April 1986, 335 tahun setelah perang “” mulai. Duta Besar bergurau bahwa itu pasti mengerikan ke Scillonians “untuk mengetahui kita bisa menyerang setiap saat
    akhirnya damainya kapan tuh ? sekarang uda damai kan ya

    Reply With Quote
     

  4. Collapse Details
     
    #4
    Quote Originally Posted by wito View Post
    Perang Seratus Tiga Puluh Tiga dan Lima Tahun barangkali merupakan perang terlama yang tercatat dalam sejarah. Perang ini terjadi antara Belanda dan Kepulauan Scilly. Meskipun berlangsung selama tiga ratus tiga puluh lima tahun namun sejatinya telah terjadi gencatan senjata dimana dalam kurung waktu tersebut tidak ada satu senjata pun yang ditempatkan dan dengan jumlah korban perang paling sedikit. Perang berakhir pada tahun 1986 ketika disepakati kesepakatan damai.



    Perang ini bermula dari perang Saudara di Inggris antara kelompok royalis dan Parlemen (1642-1652). Kelompok Parlemen yang dipimpin oleh Oliver Cromwell berhasil mendesak kelompok Royalis hingga hanya bertahan di benteng Cornwall. Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen

    [Spoiler="Mau hadiah uang tunai setiap minggunya ?"]Mau tau info tentang dunia sepak bola terbaru? klasemen? jadwal pertandingan? prediksi skor bola?

    Selain info berita bola juga ada promo-promo menarik untuk games yg akan kami berikan untuk agan dan aganwati sekalian ..
    Kunjungi kami di http://www.bursabet.net

    Info lebih lanjut silakan hubungi kami di :
    YM : csbursabet@yahoo.com
    BBM : 7B301650
    FB : bursa bet
    WA : +85516988037


    [/spoiler]




    Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville.

    Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol. Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar.



    [Spoiler="Mau hadiah uang tunai setiap minggunya ?"]Mau tau info tentang dunia sepak bola terbaru? klasemen? jadwal pertandingan? prediksi skor bola?

    Selain info berita bola juga ada promo-promo menarik untuk games yg akan kami berikan untuk agan dan aganwati sekalian ..
    Kunjungi kami di http://www.bursabet.net

    Info lebih lanjut silakan hubungi kami di :
    YM : csbursabet@yahoo.com
    BBM : 7B301650
    FB : bursa bet
    WA : +85516988037


    [/spoiler]




    Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksamana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen.

    Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompok Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bangsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian. Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang.

    Pada tahun 1648, Cromewell berhasil menguasai Cornwall dan ini berarti seluruh tanah Inggris dikuasai oleh kelompok Parlemen. Kelompok royalis memiliki asset utama yakni angkatan laut yang memberi pengakuan terhadap Pangeran Wales. Ketika terdesak angkatan laut Royalis terpaksa mundur di kepulauan Scilly, terletak di lepas pantai Cornish dan seterusnya tetap berhada di bawah kelompok Royalis, Sir John Grenville. Dalam perang tersebut Angkatan Laut Amerika dan Aliansi Provinsi Belanda bersekutu dengan kelompok parlemen. Bergabungnya Belanda dalam perang tersebut bertujuan untuk memperkuat aliansi dengan Inggris yang telah terbangun sejak Perang Delapan Puluh Tahun (1568-1648). Perjanjian Münster (30 Januari 1648) menandai kemerdekaan Belanda dari Spanyol.

    [Spoiler="Mau hadiah uang tunai setiap minggunya ?"]Mau tau info tentang dunia sepak bola terbaru? klasemen? jadwal pertandingan? prediksi skor bola?

    Selain info berita bola juga ada promo-promo menarik untuk games yg akan kami berikan untuk agan dan aganwati sekalian ..
    Kunjungi kami di http://www.bursabet.net

    Info lebih lanjut silakan hubungi kami di :
    YM : csbursabet@yahoo.com
    BBM : 7B301650
    FB : bursa bet
    WA : +85516988037


    [/spoiler]




    Belanda memilih bersekutu dengan kelompok parlemen karena dinilai mempunyai kemungkinan menang paling besar. Namun dalam perang tersebut Belanda menderita kerugian besar akibat gempuran dari armada Royalis yang berbasis di Scilly. Pada 30 Maret 1651, Laksamana Maarten Harpertszoon Tromp tiba di Scilly untuk menuntut ganti rugi dari armada Royalis untuk kapal Belanda dan barang-barang yang diambil. Namun tidak dicapai kata sepakat sehingga Belanda menyatakan Perang secara khusus terhadap kepulauan Scilly, karena sebagian besar dari Inggris sudah dikuasai oleh Parlemen. Pada tahun itu juga (Juni 1651) kelompok Royalis menyerah terhadap pasukan Parlemen yang dipimpin oleh Admiral Robert Blake. Ini berarti armada Belanda tidak lagi berada dengan ancaman. Namun karena ketidakjelasan deklarasi satu bngsa perang melawan sebagian kecil lain Belanda tidak secara resmi menyatakan perdamaian.

    Hal ini yang mengakibatkan Belanda dan kepuluan Scilly tetap berada dalam situasi perang. Pada tahun 1985, Roy Duncan, sejarawan dan Ketua Dewan Kepulauan Scilly, menulis surat kepada Kedutaan Besar Belanda di London untuk membuang “mitos” bahwa pulau-pulau tersebut masih kondisi berperang dengan Belanda. Duncan mengundang Duta Besar Jonkheer Rein Huydecoper untuk mengunjungi pulau-pulau dan menandatangani perjanjian damai. Perdamaian diumumkan pada tanggal 17 April 1986, 335 tahun setelah perang “” mulai. Duta Besar bergurau bahwa itu pasti mengerikan ke Scillonians “untuk mengetahui kita bisa menyerang setiap saat

    Dijajahnya lama banget.. Untung masih bisa damai..

    [Spoiler="Mau hadiah uang tunai setiap minggunya ?"]Mau tau info tentang dunia sepak bola terbaru? klasemen? jadwal pertandingan? prediksi skor bola?

    Selain info berita bola juga ada promo-promo menarik untuk games yg akan kami berikan untuk agan dan aganwati sekalian ..
    Kunjungi kami di http://www.bursabet.net

    Info lebih lanjut silakan hubungi kami di :
    YM : csbursabet@yahoo.com
    BBM : 7B301650
    FB : bursa bet
    WA : +85516988037


    [/spoiler]
    Reply With Quote
     

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •